​*Ilmu Itu Tak Dapat Diraih Kecuali Dengan Enam Hal*
*ألا لا*تنال العلم إلا بستة # 

سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطبار وبلغة #

و إرشاد أستاذ وطول زمان
_Ketahuilah, engkau tak dapat meraih ilmu melainkan dengan enam hal_

_Akan aku kabarkan padamu semuanya dengan penjelasan_
_Kecerdasan, keinginan yang kuat, kesabaran, juga adanya bekal_

_Ada guru pembimbing, serta waktu yang lama_
(Diceritakan bahwa syair diatas adalah syair gubahan Sayidina Ali bin Abi Thalib, sebagaimana dinukil Syeikh Al-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Mutaallim)

Bagaimana gambaran الحرص (keinginan yang kuat) yang mestinya dimiliki oleh seorang penuntut ilmu ?
Pernah datang seorang penuntut ilmu pada seorang syeikh. Kemudian ditanya seberapa kuat keinginannya dalam menuntut ilmu.
Sang penuntut ilmu menjawab, “Keinginanku menuntut ilmu layaknya seperti orang kelaparan.”
Mendengar jawaban tersebut, sang syaikh kemudian membawa calon muridnya ke sebuah kolam. Lalu kepala penuntut ilmu itu dimasukkan ke dalam air hingga ia tersengal-sengal kesulitan bernafas dan mencari berbagai cara supaya kepalanya bisa keluar dari air.
Sang Syeikh berujar, ” Seperti itulah harusnya seorang penuntut ilmu memiliki keinginan untuk meraih ilmu.”
_(Furqon Abu Fawwaz, sebagaimana diceritakan Ust. Fadhli Abu Ezra pada kajian Ta’lim Mutaallim, 4/2/17)_

Allah tidak pernah dzalim kepada makhluknya

Note Pengajian (streaming)

Apakah Allah dzalim kepada Iblis, sedang pada riwayat dikatakan bahwa Iblis beribadah selama 80 ribu tahun sebelum manusia diciptakan?

Allah tidak dzalim, dalam penjelasan ‘ulama (syaikh Qurtubi) Allah menyatakan kepada malaikat ketika akan diciptakan manusia bahwa Allah mengetahui apa yang tidak malaikat ketahui. Maksud dari firman Allah tersebut adalah Allah mengetahui apa yang ada di hati iblis selama ini, dan bermaksud membongkar apa yang ada di dalam hati iblis selama ini dengan penciptaan manusia. Allah ingin membongkar bahwa Iblis tersebut adalah seorang yang ujub atau sombong karena ibadahnya selama ini.

Perlu ditekankan bahwa iblis tidak tiba-tiba Allah sesatkan setelah dia telah beribadah selama 80 ribu tahun. Allah mengetahui apa yang ada di dalam dan luar Iblis, dan Allah akan mengadili apa yang bisa dipertanggungjawabkan oleh iblis tersebut.

Dikatakan juga bahwa ciri bahwa ibadah tertolak adalah timbulnya rasa ujub diri ketika telah melaksanakan ibadah tersebut, karena ruh ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah.

eksperimen sosial : kopiah haji

pas sebelum shalat Ied kemarin, memang karena nganter juga, kesampaian lagi lah beli kopeah rajut. kalo yang biasa kopeah rajut warna putih disebut kopeah haji. saya beli warna hitam.

bukanlah saya, orang yang membiasakan diri pake kopeah haji ke tempat umum. ya rasanya aneh, dan memang hal ini biasanya dilakukan oleh bapak haji. kalo boleh di kasi brand ambassador, kopeah haji ini mungkin baru cocok kalo yang jadi ambassador nya semacam bapak Dedy Mizwar. tapi ada juga teman saya, sekarang senang sekali pake kopeah itu kemana-mana. saya pikir alasannya cuman gara-gara dia botak tapi mungkin juga tidak. 

shalat Ied telah dilaksanakan, dan sekarang udah 1 minggu sejak hari itu. Dari pagi berencana memang pergi ke tempat umum di Bandung. dan entah, rasanya ingin aja bawa kopeah tuh. alasannya karena sayang juga dah beli ga dipake.

akhirnya dipake aja itu kopeah, ke mol, becanda aja sebenernya. komentar pertama istri saya, ya ketawa aja dia. katanya berasa orang lain. well, ga jadi alesan buat copot kopeah nya. cobaan pertama ketemu temen kantor disana. karena malu, saya copot kopeah nya, salaman dah. istri saya komen lagi, kalo emang pengen dipake, ya dipake aja. jangan dicopot. ya sudah saya coba istiqomahkan buat pake disana.

ternyata lama kelamaan nyaman juga. ada beberapa hal yang membuat saya nyaman. hal yang pertama adalah “fungsi pembatas” dari kopeah tersebut terhadap sikap orang lain kepada saya sendiri. Pembatas ini perlu bagi kita yang emang ingin membatasi diri dalam pergaulan dengan orang asing. Ya emang kalo sudah menikah khususnya (walaupun seharusnya yang single juga ya), nyaman nya itu ya di rumah. sebab disana lah ruang interaksi dengan istri yang memang lebih terbuka dan bebas, berbeda dengan pada orang lain. Hal yang terjadi memakai kopeah saat saya di mol tadi itu adalah perasaan aman saya karena mungkin lebih langka orang yang mengajak saya berinteraksi/ngobrol/bersentuhan. karena ada fungsi pembatas tadi.

ya mungkin begitu ya fungsi adanya pakaian yang tampak secara zahir. bukan sebagai penjamin seseorang itu shaleh, tapi minimal membuat segan orang lain yang akan berinteraksi dengannya. apakah justru akan membuat orang lain munafik dalam berinteraksi dengan kita? kita tidak tahu dengan hati orang lain. namun daripada terkesan pecicilan dan ga dibatasi ya.

pokok-pokok dakwah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

  1. dakwah atau saling menasihati merupakan satu diantara terhindar nya manusia dari berbagai kerugian. (surat Al Ashr), memberi nasihat berarti menginginkan kebaikan pada orang yang diberi nasihat, agar kembali lagi kepada kita berupa kebaikan lain yakni pahala.
  2. dakwah merupakan tugas semua rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan bekal ilmu dari al kitab dan sunnah. dalam surat Yusuf, Allah memerintahkan Rasulullah untuk mengajak umat kembali kepada jalan Allah. nasihat yang diberikan memiliki tujuan tersebut, bukan untuk dipuji oleh orang yang diberi nasihat atau tujuan lain. berikan nasihat berupa ilmu berupa hal yang difirmankan oleh Allah, disabdakan Rasulullah, serta dipahami oleh sahabat. apabila terdapat perkara terkait agama, dahulukan apa yang telah ada di quran, serta pendapat Rasulullah.
  3. inti dakwah rasul, a. mengajak manusia untuk mengikhlaskan peribadatan mereka hanya kepada Allah. b. mengajarkan keteladanan hidup, sebaik2 tuntunan, rahmatan lil alamin, menyempurnakan akhlak yang mulia.. 

buang waktu 

hari Sabtu dah niat-niat bagus buat ga buang waktu, eh YouTube lagi..(ya tadinya mau “belajar” dari YouTube, malah buka digitalrev padahal ga punya kamera)

jaman sekarang gampang banget buang-buang waktu ya. kok merasa jadi tak bermanfaat. harus dibatasi euy!

Tentang waktu

Waktu berjalan dengan cepat, atau mungkin dia berlari lagi tanpa peduli apa yang udah kita lakukan. Atau mungkin kemungkinan lain adalah ternyata kita terlalu acuh melihat waktu yang telah sekarang sudah berlari meninggalkan. Tak acuh karena tak peduli apa saja konsekuensi yang bakal kita terima ketika perhatian kita terhadap waktu tidaklah sebaik yang seharusnya.

Timeline twitter ama fb yang ga pernah abis, berita newsfeed yang ga pernah ga menarik buat dibaca, dan juga tivi yang ga pernah ga lucu adalah beberapa hal yang kembali saya rasakan membuat saya sendiri cuek sekali dengan jalannya waktu. Seperti yang udah kejadian pas waktu kuliah, kalo udah nyadar kalo saya udah ngabisin waktu kurang manfaat saya akan merasa bersalah. Tapi rasa bersalah kadang tak merubah tabiat.

Padahal masi banyak hal yang bisa dikerjain. Bisa belajar buat bikin paper (aamiin deh kuliah lagi), bisa juga bekerja dengan baik, atau belajar lagi hal yang manfaat buat masa depan. Jadi unsubscribe wae ini teh? ya sudah lah mending ga gahul daripada ga siap buat ngadepin masa depan.

“Imam Asy-Syafi’i mengatakan, Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Siyaru A’lamin Nubala, 10/74.)”

urang baru baca juga 😅

cerita tentang menulis

sekarang saya bener selalu iri sama orang yang menulis tentang pribadi nya tanpa sedikitpun terlihat maksud untuk menonjolkan diri sendiri. malah tulisannya selalu ditunggu sebab rasanya ingin sekali mendapatkan pelajaran atau kisah dari tulisan yang dia buat.

dua aksi yang sama dengan landasan niat yang berbeda berujung pada dua ujung yang jauh berbeda, sedikitnya itu yang saya dapet dari perbincangan dengan teman saya.
tapi bukannya sulit supaya tidak terkesan menyombongkan, namun hanya berbagi, toh tulisan ujungnya untuk dilihat? ya kembali pada niat ya, mungkin dengan tulisan yang sama, apabila niat pembuatan yang berbeda, bisa jadi kesan yang didapat pembaca juga lain (bisa ga ya?).

sekarang saya juga nulis ini, sambil membayangkan bagaimana orang yang mengunjungi blog ini, mendapat kesan setelah baca tulisan ini. ya mau bagaimana, serta merta setiap kali menulis terasa kurang baik apabila tanpa menghiraukan perasaan pembaca.

udah ga bisa lagi juga kebanyakan nambahin “haha” “hihi” di sini. ternyata makna tulisan malah jadi kurang tersampaikan. jadi semoga kalimat-kalimat ini mengalir, dengan awal niat berbagi, dan semoga niatannya tidak berubah menjadi condong kemana.