Bisa nih .. (Cerpen Part 2)
“hehe… hehee.. ” terdengar suara manja lelaki yang telah Ajo kenal. Ternyata di belakang bangku nya saat waktu istirahat pagi itu, terlihat Cupeng, teman baru nya di kelas itu, sedang duduk berdua dengan teman (wanita) dia.
“Apa siih ..” terdengar kembali suara manja, kali ini dari teman wanita si Cupeng ini.
“Ck, naon si” ketus Ajo yang buru – buru menyelesaikan tugas dan bergegas ke kantin untuk membeli mie ayam. Mie ayam di sekolah ini sangat langka, sehingga bila tidak buru – buru pergi ke kantin antrian pembelian mie ayam bisa jadi seperti antrian di gerbang jalan tol pintu semanggi.
Dalam perjalanan ke kantin, Ajo masih teringat bagaimana raut muka teman wanita si Cupeng. Ada perasaan iri, walaupun teman wanita si Cupeng ini bukanlah tipe wanita si Ajo namun perlakuan Cupeng pada temannya saat itu seolah-olah memberikan alasan Ajo untuk bisa akrab dengan Cupeng.
“Mungkin bukan masalah botak, saya jadi ga punya teman banyak ya?..” pikirnya penuh harap, tanpa dia tahu teman – temannya mulai aneh melihat Ajo berjalan ke kantin cengar – cengir sendirian.
Kelas Baru .. (Cerpen part1)
“nah ini kelas kalian, walaupun aga jelek, mungkin nanti akan direnovasi karena ini bangunan lama” ucap seorang senior saat masa orientasi siswa pada kami murid baru SMA ini. SMA ini dikatakan terfavorit di kota tempat kami tinggal, namun ironis bangunan kelas nya ada yang tampak tidak favorit. Bilik – bilik menjadi dinding ruangan, kaca – kaca yang kotor serta meja yang penuh dengan coretan khas dengan tipex.
Kelas 1-8, memang hanya kelas “ujung” dan bukanlah kelas unggulan dari sekolah ini. Biasanya satu sekolah memberi ruangan kelas terbaik pada kelas 1-1 dan 1-2 selebihnya adalah ruangan kelas biasa dan sisanya adalah ruangan kelas 1-8.
Sontak Ajo, yang dulu di SMP nya juga pernah mengalami kejadian serupa dengan mendapatkan ruangan kelas bilik, merasa tertipu lagi. “ya, mungkin nanti udah kelas 2, pindah kelas juga ke yang lebih bagusan. Sekarang nikmati saja” ketus nya pada teman kelas nya yang sudah dia kenal sejak SMP. Toh ternyata ruang kelas ini lumayan hangat walaupun ruangannya kecil, dan siswa kelas ini mulai terbiasa dengan hiburan – hiburan guru pengajar di kelas sana untuk tetap lapang dada ketika menerima ruangan kelas dengan fasilitas Free Fresh Air Conditioned tersebut.
Minggu pertama belajar mengajar telah dilewati, rata – rata Ajo telah mengenal seluruh murid yang ada di kelas tersebut. Walaupun kenyataan pulang masih tidak ada kawan, karena rute angkot dia tidak seperti orang kebanyakan. Sedangkan rambut Ajo yang pelontos botak saat itu, tidak memberi pertolongan dirinya untuk menarik teman wanita kelas. ya, walaupun sebelum berangkat sekolah, dia bisa menghabiskan waktu tidak kurang dari 20 menit hanya untuk mengatur rambutnya.
Sahabat kecil – Ipang
Pas perpisahan sama anak – anak Comlabs ITB dulu, dinyanyiin lagu Ipang – Sahabat kecil ini. Masi sedih sampe sekarang. Beneran emang, masa kecil dan waktu adalah hal yang ga bisa diulang kembali. Semua cuma kenangan sekarang.
Lagu – Lagu kenangan memang bikin galau ya.. haha. berikut video dan lirik lagunya
Lagu Sahabat Kecil (OST Laskar Pelangi) – Ipang BIP
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangiTak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beliReff:
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinyaMelawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagiBack to Reff:
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti iniJanganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Cipratan Ban Motor
Reblogged from story about self consciousness:
dari edwinforce.blogspot.com
Seorang bijak di sebuah kota besar, suatu hari didatangi oleh perantau yang bermaksud belajar kebijaksanaan padanya. Sang bijak pun lantas mengajak sang perantau untuk mengunjungi rumahnya. Mereka berencana untuk berkeliling kota dan mencari pelajaran dari perjalanan mereka.
Namun, tiba-tiba hujan turun. Tidak lama, hanya beberapa saat. Hanya beberapa menit sehingga cukup membuat jalan-jalan aspal di kota itu menjadi basah dan sedikit becek.
who the cheater ?
Sebagaimana penikmat angkutan umum biasa, biasanya “elf” (biasa disebut begitu) menjadi pilihan utama saya untuk angkutan berkendara dari Garut ke Bandung pada saat senin pagi. Ongkosnya murah, kecepatannya tinggi adalah faktor yang membuat saya memilih layanan ini (ya, walaupun kekurangannya banyak sekali
).
Wanti – wanti saja dimana anda pertama naik kendaraan tersebut, karena ini mempengaruhi harga. Rute elf yang saya tumpangi jalurnya adalah sebagai berikut:
“Cikajang – Cisurupan – Garut Kota – Kadungora – Bandung”
Jika anda naik di cusurupan, tentu anda berbeda bayarannya dengan orang yang naik di daerah Garut kota. Hal yang mengusik saya pagi ini adalah adanya kasus sang penumpang yang ditanya dimana dia naik elf, dia BOHONG! jelas – jelas tempat duduk beliau di belakang yang notabene pasti orang – orang yang berada di tempat naik pertama yang bisa mendapatkan tempat duduk tersebut. Dan sikap orang tersebut ketika ditanya oleh konektur sangat ketus.
Melihat kasus lain ketika dulu saya naik bus, kasus kali ini sang Konektur yang seolah-olah ingin uangnya lebih dengan seenaknya menambahkan ongkos naik bis. Biasanya ini terjadi kalau bis tersebut bis terakhir, atau ketika hari sebelum dan sesudah hari raya.
Dianalisa dikit, kebohongan adalah ciri integritas rendah, pendzoliman pada pihak lain yang dirugikan. Bahkan orang yang lagi pacaran bisa putus hanya apabila ada kebohongan diantara kedua pasangan tersebut. Akan tetapi dalam kasus konektur vs penumpang ini siapakah yang salah?
saya sangat mengerti perasaan penumpang yang bohong tersebut, karena dia mungkin tahu bahwa ada konektur dengan rating kebohongan yang tinggi jadinya dia tidak ingin didzalimi terus (caranya mungkin tidak baik). Dan konektur mungkin sering juga berhadapan dengan penumpang – penumpang yang tidak ingin membayar seuai ongkos. Siapa penipunya? Siapa yang salah? ini seperti rantai kebohongan yang menjadi hubungan yang erat antara penumpang dan konektur bis. Walau hal ini tidak terjadi pada bis – bis tertentu.
Solusi? Saya tidak akan menganjurkan untuk diri saya sendiri beli mobil karena sarana transportasi umum memiliki kekurangan. Integritas setiap orang harus ditingkatkan, atau sistem itu sendiri harus diperbaiki. Pemerintah? hehe..
ya pemerintah harus turut campur, karena ini berhubungan dengan pelayanan dan kesejahteraan “umum”.
Different person with his owned way..
Ngobrol ..
Ngobrol …
Kadang pengalaman hidup memang bisa didapatkan dengan ngobrol. Toh tiap orang paling senang mengatakan pada orang lain bagaimana pengalaman hidupnya. Walaupun seorang mekanik di bengkel atau sales di dealer. Di film Crazy, Stupid, Love, Ryan Gosling sang playboy bahkan merasa kesepian karena walaupun banyak wanita yang jatuh hati padanya, akan tetapi tidak ada wanita yang begitu tertarik ketika dia mengatakan sesuatu tentang dirinya dan pengalaman hidupnya.
satu hal yang dapat saya pelajari ketika mengobrol dengan orang lain adalah waw jalan pengalaman kita selama hidup kita sungguh berbeda. Ketika sang sales berada persimpangan hidup setelah lulus SMP, beliau memilih untuk bekerja. Berbeda dengan saya yang langsung kepikiran buat jadi anak SMA. Ketika sang mekanik memilih untuk memilih sekolah STM untuk langsung menuju dunia kerja begitu dia lulus, mungkin beliau merasa pilihan itu lah yang paling tepat. Dan ketika mungkin banyak orang lain yang malah tidak punya pilihan untuk memilih jalan hidup itu.
Bertele – tele, haha, tapi intinya hidup kita ga sendirian, jalan hidup saya yang mungkin beruntung dengan jalan hidup pendidikan yang perlu disyukuri. Bagaimana kita bisa belajar menghargai orang lain dan menerima dan belajar dari pengalaman hidup orang lain. Jarang obrolan yang menyebutkan tentang keluhan, walaupun ada. Bersyukur adalah ilmu yang bisa didapat dari obrolan ini, Dan berusaha mengerti dan menghargai lah hal yang mungkin saya lupakan dan harus kembali saya bangun. Terakhir bermanfaat sebanyak-banyaknya kepada setiap pihak, pribadi di luar sana menjadikan tujuan hidup saya di sini.
Miris
Asked to compare Indonesia and China, professor Dadang M. Maksoem, a former lecturer at UPM (University Putra Malaysia), who now works for the government of West Java, gets furious: “Very simple: they [the Chinese] are committed to do their best for their nation. There is no dedication like that here. How come, in this part of the world, governments can’t even provide decent public transportation? People are forced to buy their own motorcycles to transport themselves – forced to risk their lives, having terrible accidents. Now there are traffic gridlocks everywhere. You can say that our system is stupid, idiotic, brain-dead, or greedy. Just go on and fill the gap!”
“But that’s not what one could read in the Western mainstream media. Officially the West admires Indonesia. How could it not: Indonesian rulers and its servile elites sacrificed their own people, their own islands, even their own capital city for the good and profits of Western multi-national companies and imperial geopolitical interests. Which foreign corporation or government would not appreciate such a generosity?”
http://www.counterpunch.org/2012/02/17/take-a-train-in-jakarta/
Anj*ng pemerintah negara urang,!
pemerintahan rakyat, mana ga ada, PPKN cuman tinggal PPKN. Ya Allah hilangkan orang2 dzalim di negri kami.


